Ahli Geologi ITNY Kenalkan Warisan Tambang Kliripan
Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY) kembali menunjukkan kontribusinya dalam bidang edukasi dan pelestarian warisan budaya melalui keterlibatan dosen Teknik Geologi ITNY, Dr.(Cand) Brany Kurnianto, S.T., M.T., sebagai narasumber dalam Talkshow Edukasi Cagar Budaya bertajuk “Mengenal Eks Tambang Mangan Kliripan–Karangsari” pada Selasa (12/5/2026) di Rumah Arsip Kliripan, Hargorejo, Kokap, Kulon Progo.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan Kabupaten Kulon Progo ini merupakan bagian dari program edukasi dan penyebarluasan informasi cagar budaya kepada masyarakat, khususnya mengenai sejarah dan nilai penting kawasan eks tambang mangan Kliripan Karangsari sebagai warisan sejarah pertambangan dan geoheritage di Kulon Progo.
Kehadiran Brany sebagai akademisi dan ahli geologi dari ITNY menjadi wujud nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pelestarian sejarah, pendidikan geologi, serta pengembangan kawasan berbasis edukasi dan geowisata masyarakat. Selain aktif sebagai dosen Teknik Geologi ITNY, Brany juga dikenal sebagai Founder Sinau Bhumi yang fokus pada edukasi kebumian dan pelestarian geoheritage.
Dalam talkshow tersebut, Brany bersama narasumber lainnya, Setya Haryanta selaku Pengelola Geosite Geopark Mangan Kliripan Karangsari, membahas berbagai aspek terkait eks tambang mangan, mulai dari sejarah pertambangan, proses geologi pembentukan mineral mangan, nilai penting kawasan sebagai cagar budaya dan geoheritage, hingga potensi pengembangan geowisata edukatif berbasis masyarakat.
Sebelum pelaksanaan talkshow, peserta kegiatan yang terdiri dari siswa-siswi SD Kriyan beserta guru pendamping diajak mengenal berbagai koleksi benda peninggalan aktivitas pertambangan mangan yang tersimpan di Rumah Arsip Kliripan. Kegiatan ini menjadi media pembelajaran sejarah lokal sekaligus pengenalan warisan pertambangan kepada generasi muda sejak dini.
Dalam penyampaiannya, Brany mengapresiasi langkah Dinas Kebudayaan Kulon Progo dan Radio Megaswara yang melibatkan pelajar sekolah dasar dalam kegiatan edukatif tersebut.
“Sekarang ini harus ada terobosan baru bagaimana caranya agar anak-anak dari bangku sekolah bisa menengok Kliripan. Sejak SD, SMP, hingga SMA mereka perlu mengenal sejarah melalui peninggalan situs pertambangan yang ada di Kliripan,” ujarnya.
Menurutnya, edukasi sejak dini menjadi langkah penting dalam membangun kesadaran generasi muda terhadap pelestarian sejarah pertambangan sekaligus memperkuat identitas kawasan sebagai bagian dari warisan budaya dan geologi daerah.
Kegiatan dipandu oleh host Ayun dan Elyn serta disiarkan melalui Radio Megaswara Kulon Progo 93,8 FM sehingga dapat diakses oleh masyarakat luas.
Melalui keterlibatan dosen Teknik Geologi ITNY dalam kegiatan ini, ITNY kembali menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi yang aktif berkontribusi dalam pengembangan ilmu kebumian, pelestarian geoheritage, serta penguatan edukasi masyarakat berbasis kearifan lokal dan sejarah lingkungan.








