ITNY Gelar Badminton Cup 2025

Sebanyak 16 tim dari 10 perguruan tinggi ambil bagian dalam ITNY Badminton Cup 2025 yang digelar kampus Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY) di GOR Bosas, Yogyakarta, Sabtu-Minggu (15-16/11/2025). Event ini dibuka Wakil Rektor ITNY, Dr Winarti ST MT.

Menurut Winarti, kehadiran pebulutangkis dari 10 perguruan tinggi ini membuktikan tingginya antusiasme terhadap kejuaraan ini.

“Kita patut berbangga karena terdapat 10 perguruan tinggi dengan total 16 tim yang berpartisipasi dalam kejuaraan tahun ini. Kehadiran para peserta menunjukkan antusiasme dan semangat kompetisi yang sangat positif,” tuturnya saat memberikan sambutan.

Ia pun berharap kejuaraan ini dapat terus berkembang bahkan levelnya semakin meningkat.

“Harapan kami, kegiatan ini dapat terus berkembang dan di masa mendatang meningkat menjadi kejuaraan tingkat nasional, serta dapat dilaksanakan kembali pada tahun-tahun berikutnya,” ujarnya.

Winarti menjelaskan, selain sebagai ajang kompetisi, kegiatan ini juga diharapkan menjadi sarana untuk mempererat hubungan antarperguruan tinggi.

“Melalui ajang ini, kita berharap hubungan antarperguruan tinggi kian erat serta mencetak atlet-atlet berprestasi yang mampu bersinar di tingkat nasional maupun internasional,” katanya.

Ia juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada seluruh panitia penyelenggara, para sponsor, serta tim wasit PBSI yang telah mendukung kegiatan ini.

“Kepada seluruh peserta, saya ucapkan selamat bertanding. Tunjukkan kemampuan terbaik kalian, tetap menjunjung tinggi sportivitas, dan semoga seluruh rangkaian pertandingan dapat berlangsung dengan lancar,” ujarnya.

Tampil sebagai juara dalam kejuaraan ini adalah pasangan Andin Dwiyangga Sulthon Rajiv – Febriano Wahyu Jati Nugroho (UNY). Juara kedua diraih pasangan Muhammad Habibullah – Muhammad Pranandha Aditya (UPN Yogyakarta).

Sedangkan pasangan Pradita Firmansyah – Sakha Akmal Sugiyono (UNY) dan pasangan Pandu sasmita Raditya Gunawan – Rafif Arkhab Kurniawan (Tim Namplek) menjadi juara Tiga Bersama.

Mahasiswa ITNY Raih Juara 1 Ganda Campuran di Kejuaraan Badminton Batak Sport Fest 2025

Prestasi membanggakan kembali datang dari mahasiswa Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY). Kali ini, dua mahasiswa ITNY berhasil meraih Juara 1 Kategori Ganda Campuran dalam ajang Kejuaraan Badminton Batak Sport Fest 2025 yang digelar pada 31 Oktober 2025 di Real GOR Badminton, Babarsari, Depok, Sleman.

Kompetisi ini diselenggarakan oleh Komunitas Mahasiswa Batak Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) sebagai bagian dari program kerja tahunan komunitas tersebut. Turnamen ini diikuti oleh 16 tim dari kalangan umum, termasuk mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Yogyakarta dan sekitarnya.

ITNY menurunkan lima mahasiswa terbaiknya, dan pasangan Anisa Septiana (NIM 2100240025, Prodi Teknik Mesin) bersama Juan Victor Hura (NIM 6100240020, Prodi Perencanaan Wilayah dan Kota) berhasil menunjukkan performa luar biasa hingga akhirnya keluar sebagai Juara 1 Ganda Campuran.

Menurut Anisa, motivasi mereka mengikuti kompetisi ini adalah untuk mengembangkan kemampuan dan potensi diri di bidang badminton, sekaligus menambah pengalaman dan jam terbang. Ia menambahkan, “Kerja keras, kekompakan, dan semangat pantang menyerah jadi kunci buat kami raih juara. Dari lapangan, untuk kebanggaan diri, tim, dan kampus ITNY.”

Sementara itu, Juan berharap pengalaman di ajang Batak Sport Fest ini bisa menjadi bekal untuk terus berkembang. “Semoga setelah turnamen ini, saya bisa jadi lebih baik lagi, baik dari segi skill maupun mental bertanding,” ujarnya.

Kejuaraan ini memperebutkan tiga posisi juara yang diraih oleh tim-tim dari berbagai universitas. Capaian yang diraih oleh mahasiswa ITNY ini menunjukkan bahwa semangat berprestasi terus tumbuh, tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga di bidang olahraga dan pengembangan diri mahasiswa.

Tempat Sampah Bersuara: Inovasi Edukatif ITNY untuk Tanamkan Kepedulian Lingkungan Sejak Dini

Tim dosen dari Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat skema kolaboratif Teknologi Tepat Guna (TTG) yang berjudul “Tempat Sampah Bersuara”.
Program ini bertujuan untuk menanamkan karakter peduli lingkungan sejak usia dini melalui pendekatan teknologi yang interaktif dan menyenangkan.

Kegiatan ini diinisiasi oleh tiga dosen, yaitu Mycelia Paradise, S.T., M.T. (ITNY), Ir. Yudha Agung Pratama, S.T., M.Sc. (UPNVY), dan Kurniawan, S.T., M.T. (ITNY). Pada kesempatan tersebut, tim pengabdi melakukan serah terima satu unit alat “Tempat Sampah Bersuara” kepada SD Negeri Ambarukmo, yang berlokasi di Ambarukmo, Caturtunggal, Depok, Sleman, DIY.
Tempat sampah tersebut diterimakan langsung kepada Kepala Sekolah SD N Ambarukmo, Harlina Nursiamti, S.Pd.SD., M.Pd. pada 19 Juni 2025.

“Tempat sampah bersuara ini dirancang bukan hanya untuk menjaga kebersihan, tetapi juga sebagai media edukasi karakter bagi anak-anak,” ujar Mycelia Paradise, S.T., M.T., selaku ketua tim pengabdi.
Alat ini dilengkapi dengan sensor gerak dan suara yang memungkinkan interaksi otomatis. Ketika seseorang mendekat, tutup tempat sampah terbuka otomatis, dan setelah anak memasukkan sampah, alat akan mengucapkan “Terima kasih” sebagai bentuk apresiasi atas tindakan positif.
Sebaliknya, jika kapasitas sudah penuh, alat akan memberi peringatan dengan suara “Maaf, tempat sampah sudah penuh. Silakan cari tempat sampah yang lain.”

Melalui interaksi yang ramah dan komunikatif ini, Tempat Sampah Bersuara diharapkan menjadi sarana pembelajaran karakter dan tanggung jawab lingkungan bagi siswa sekolah dasar. Inovasi ini memperkuat upaya ITNY dalam mendukung pendidikan berwawasan lingkungan melalui penerapan teknologi tepat guna yang sederhana namun berdampak nyata.

Kepala Sekolah SD N Ambarukmo, Harlina Nursiamti, S.Pd.SD., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas hibah tersebut.

“Anak-anak akan belajar menjaga kebersihan dengan cara yang menyenangkan. Kami sangat terbantu dengan inovasi ini, dan semoga bisa menginspirasi sekolah-sekolah lain,” ujarnya.

Melalui kegiatan pengabdian ini, ITNY berkomitmen untuk terus berperan aktif dalam pengembangan teknologi yang membawa manfaat langsung bagi masyarakat dan pendidikan dasar di Indonesia.

Pengolahan Sampah Berbasis P3D

Untuk menciptakan lingkungan yang bersih, asri, dan berkelanjutan, tim Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat (PKM-PM) Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY) bersama Organisasi Pemuda Pradan – Prambanan melaksanakan kegiatan pengelolaan sampah berbasis metode Pemilahan, Pengomposan, Pembakaran dan Daur Ulang (P3D).

Nabil Muhajir, Ketua Program mengatakan, program ini menjadi wujud nyata semangat kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dalam mengatasi permasalahan sampah yang semakin kompleks. “Kegiatan ini berlangsung sejak Juli hingga Oktober 2025. Saya Nabil Muhajir, dengan anggota Jennifer Sheila Robot, Elvandro Christian Sitanggang, dan Jesen Ferdika Bagus Saputra dibimbing Ani Apriani SSi MSc, sebagai dosen pendamping,” ujarnya, Minggu (12/10/2025).

Dijelas Nabil Muhajir, proses pengolahan sampah berbasis P3D. Tahap pertama, Pemilahan, dilakukan melalui program Sedekah Sampah. Sampah yang sebelumnya sudah dipilah di rumah warga kemudian dikumpulkan kembali oleh para pemuda untuk dipilah ulang berdasarkan jenisnya—plastik, kertas, logam, dan organik—sebelum diolah lebih lanjut. Menariknya, sebagian hasil Sedekah Sampah dijual, dan dana yang terkumpul dimasukkan ke kas pemuda untuk mendukung berbagai kegiatan organisasi.

Tahap kedua, Pengomposan, dilakukan melalui praktik pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dari sisa sayuran, air, dan molase. Proses fermentasi alami ini menghasilkan pupuk bernilai guna yang dapat dimanfaatkan untuk penghijauan dan pertanian rumah tangga.

Pada tahap Pembakaran, tim membuat paving block dari limbah plastik dengan campuran oli dan pasir menggunakan alat pembakaran ramah lingkungan hasil rancangan mahasiswa ITNY. Proses ini mampu meminimalkan asap dan menghasilkan campuran berkualitas tinggi.

Sementara itu, tahap Daur Ulang diwujudkan melalui kegiatan kreatif seperti pembuatan lampu hias dari botol bekas pada peringatan 17 Agustus, serta bak sampah dari botol plastik bekas yang dibuat secara gotong-royong oleh para pemuda.

Ani Apriani MSc mengatakan, melalui semangat ‘Pemuda Bergerak dan Berdampak’, kolaborasi antara mahasiswa ITNY dan Pemuda Pradan tidak hanya menghasilkan lingkungan yang lebih bersih, tetapi juga menumbuhkan kepedulian, kreativitas, dan kemandirian ekonomi di tingkat komunitas. Program ini merupakan bagian dari pendanaan Belmawa Kemdiktisaintek dan ITNY melalui kompetisi Program Kreativitas Mahasiswa, yang terus mendorong mahasiswa untuk memberikan solusi nyata bagi masyarakat dan lingkungan.

Mahasiswa Teknik Mesin ITNY Raih Juara 1 Nasional di Ajang LNT-RBM XIV 2025

Mahasiswa Program Studi Teknik Mesin Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY) kembali menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional. Pada ajang Lomba Nasional Tahunan Rancang Bangun Mesin (LNT-RBM) XIV 2025, tim mahasiswa Teknik Mesin ITNY berhasil meraih Juara 1 Kategori Original Design, mengungguli puluhan peserta dari berbagai perguruan tinggi teknik mesin di seluruh Indonesia.

Kompetisi bergengsi ini diselenggarakan oleh Badan Kerja Sama Teknik Mesin Indonesia (BKS-TM) dan menjadi ajang tahunan bergengsi bagi mahasiswa teknik mesin untuk menunjukkan kemampuan serta inovasi dalam bidang perancangan dan rekayasa mesin. Tahun 2025, kegiatan ini diikuti oleh 122 proposal dari berbagai kampus negeri maupun swasta di Indonesia.

Dari jumlah tersebut, 24 tim dari 24 perguruan tinggi berhasil lolos ke babak final yang diselenggarakan di Universitas Andalas, Padang, Sumatera Barat, pada 9 Oktober 2025.

ITNY sendiri mengirimkan dua tim mahasiswa Teknik Mesin dalam ajang ini. Salah satu tim berhasil melaju ke babak final dan meraih Juara 1 Kategori Original Design, menempatkan ITNY sejajar dengan universitas-universitas ternama di Indonesia.
Tim peraih juara terdiri dari Katon Widyatmoko (ketua), serta anggota Sofi Nurohman, Mochammad Ammar Hidayatullah, dan Yulius Wijanarko, dengan bimbingan dari Ir. Rivan Muhfidin, S.T., M.Sc.

Sementara itu, Juara 2 dan 3 diraih oleh Universitas Syiah Kuala dan Universitas Mataram.
Menurut Kaprodi Teknik Mesin ITNY, capaian ini menjadi bukti nyata kualitas, kreativitas, dan daya saing mahasiswa ITNY di tingkat nasional.

Melalui ajang LNT-RBM, mahasiswa ITNY tidak hanya mengasah kemampuan teknis di bidang rancang bangun dan rekayasa mesin, tetapi juga belajar menerapkan ilmu yang telah dipelajari secara nyata.

Jika ingin memiliki prestasi yang sama, maka asah skillmu dan bergabunglah bersama kami, Untuk informasi lebih lanjut mengenai ITNY, segera daftarkan dirimu di kunjungi pmb.itny.ac.id

Ribuan Pencari Kerja Padati Job Fair ITNY 2025, 25 Perusahaan Ternama Tawarkan Peluang Karier

Ribuan pencari kerja antusias memadati Job Fair & Career Expo 2025 yang digelar Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY) di Gedung Pusat ITNY, Caturtunggal, Depok, Sleman, Kamis (25/9/2025). Ajang ini menghadirkan 25 perusahaan dari berbagai sektor industri yang siap membuka pintu kesempatan kerja bagi mahasiswa, alumni, dan masyarakat umum.

Ketua Panitia Job Fair, Al Hussein Flowers Rizqi, menyebutkan bahwa perusahaan yang bergabung berasal dari beragam bidang mulai dari perbankan, energi, konstruksi, hingga industri makanan dan minuman (F&B).

“Meskipun ITNY dikenal sebagai kampus teknik, lulusan kami bisa bekerja di banyak sektor. Job Fair ini bukan hanya untuk alumni, tapi juga terbuka bagi masyarakat luas,” ujar Hussein.

Al Hussein menambahkan, pameran kerja kali ini hanya berlangsung sehari karena berdekatan dengan agenda wisuda ITNY. Namun melihat animo pengunjung yang terus meningkat dari tahun ke tahun, pihak kampus berencana memperpanjang menjadi dua hari pada 2026.

Antusiasme Pencari Kerja

Tahun lalu, Job Fair ITNY mencatat lebih dari 1.000 pengunjung dalam sehari, termasuk pencari kerja dari luar DIY. Tahun ini, jumlah tersebut diperkirakan meningkat.

Rizki Fadilah (23), mahasiswa tingkat akhir ITNY Jurusan Teknik Mesin, mengaku senang dengan adanya Job Fair ini. “Saya bisa langsung menyerahkan CV ke beberapa perusahaan sekaligus. Rasanya lebih efektif daripada melamar online,” kata Rizki.

Sementara itu, Nanda Kusuma (25), alumni ITNY yang kini bekerja di sebuah perusahaan konstruksi, menyempatkan diri hadir untuk mencari peluang baru. “Bagi saya, Job Fair ini bukan hanya soal cari kerja, tapi juga kesempatan networking. Bisa ketemu HR langsung, itu nilai tambahnya,” ungkap Nanda.

Rektor ITNY, Setyo Pambudi, menegaskan bahwa Job Fair bukan hanya tentang mencetak karyawan, melainkan juga calon pengusaha. “Tagline kita tahun ini adalah Jadilah Technopreneur, Raih Masa Depan Gemilang. Kami ingin lulusan ITNY tidak hanya mencari kerja, tapi juga siap menciptakan lapangan kerja,” jelasnya.

Sebagai bagian dari acara, ITNY juga menghadirkan talkshow inspiratif untuk membekali mahasiswa dengan wawasan kewirausahaan dan tren dunia kerja.

Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja Disnakertrans Sleman, Sumaryati, menyambut baik langkah ITNY menggelar Job Fair.

“Kelulusan bukan berarti hanya mencari pekerjaan, tapi juga bisa menciptakan pekerjaan. Kalau semakin banyak technopreneur lahir dari kampus, angka pengangguran bisa berkurang,” tutur Sumaryati.

Sumaryati menekankan pentingnya lulusan memiliki soft skill seperti daya juang, kreativitas, dan kemampuan menyelesaikan masalah di lapangan.

Gelaran ini semakin memperkuat posisi ITNY sebagai kampus yang bukan hanya fokus pada pendidikan, tetapi juga serius membantu mahasiswa dan alumni dalam transisi menuju dunia kerja.

Dengan hadirnya 25 perusahaan mitra, ribuan pengunjung, serta dukungan pemerintah daerah, Job Fair & Career Expo ITNY 2025 menjadi bukti nyata komitmen kampus dalam menyiapkan generasi muda yang berdaya saing.

Rektor ITNY Wisuda 338 Lulusan, Menanti Kontribusi dan Inovasi

Sebanyak 338 lulusan Diploma, Sarjana dan Magister Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY) diwisuda Rektor ITNY Dr Ir Setyo Pambudi MT di Hotel Sahid Jaya Babarsari, Sleman, Sabtu (27/09/2025). Hadir pula dan memberi sambutan Ir H Supatno (Ketua Pengurus – Yayasan Pendidikan Teknologi Nasional Yogyakarta).

Rektor ITNY dalam sambutan mengatakan, wisuda awal sebuah perjalanan baru. “Dunia di luar sana menanti kontribusi dan inovasi Anda. Kami telah membekali Anda tidak hanya ilmu pengetahuan, tetapi juga dengan karakter dan ketrampilan. Tantangan ke depan semakin kompleks, itu artinya terus belajar, adaptasi dan berinovasi adalah kunci kesuksesan,” ujarnya.

Sedangkan Ir Eka Yawara MT, Ketua Panitia Wisuda dalam laporan menyampaikan, wisuda periode II Tahun Akademik 2024/2025 meluluskan 338 orang dengan perincian, Program Magister meluluskan 3 orang, Program Sarjana, Teknik Sipil 46 orang. Teknik Mesin 30 orang, Teknik Elektro 29 orang, Teknik Geologi 22 orang. Perencanaan Wilayah Kota 49 orang, Teknik Pertambangan 122 orang. Sedangkan Program Diploma, Teknik Mesin D3 21 orang dan Teknik Elektronika D3 16 orang.

Eka Yawara mengatakan, lulusan selain menerima ijazah, transkrip nilai dan Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI), sejumlah wisudawan juga menerima Sertifikat Uji Kompetensi berlisensi BNSP yang dikeluarkan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) ITNY.

Sementara itu, Ir H Supatno dalam sambutan mengingatkan, jadilah lulusan yang mandiri. “Ada 3 kunci utama kemandirian itu,” katanya. Tiga kunci kemandirian. Pertama, memiliki visi, mimpi dan mindset tumbuh. Kedua, menerapkan prinsip keterbukaan. Ketiga, kontinyu menghadirkan inovasi.

Tim Ganesha HMTS ITNY Juara 1 Chemistry Futsal Competition 2025

Prestasi gemilang kembali ditorehkan oleh Tim Ganesha Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil (HMTS) Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY). Kali ini, tim berhasil meraih Juara 1 dalam ajang Chemistry Futsal Competition (CFC) yang merupakan bagian dari rangkaian Pekan Olahraga dan Seni (POS) Kimia Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Kompetisi bergengsi ini berlangsung pada 20–21 September 2025 di Lapangan 4R Futsal, Yogyakarta.

Turnamen diikuti oleh 24 tim dari berbagai universitas se-Jawa, menambah ketatnya persaingan. HMTS ITNY berhasil tampil konsisten sejak babak penyisihan hingga final, dan keluar sebagai juara dengan susunan pemenang:

Juara 1: HMTS ITNY

Juara 2: Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS)

Juara 3: Universitas Pembangunan Nasional (UPN)

Daftar pemain Tim Ganesha HMTS ITNY:

  • Coach: Paskalis Rivaldo Raga
  • Lasung Christoper (1100240031) – Anchor
  • Benedito Gaspar Fernandes Nuno (1100250003) – Flank
  • Ewil Frysevcio (1100250027) – Anchor/Flank
  • Mariano Patria Dandung (1100220009) – Flank
  • Arlan Tallo Tahun (1100220054) – All Role
  • Marven Liu (1100240041) – Flank
  • Yabes Alqatib Adevosta Aitong (1100220025) – Keeper
  • Rolintasen Yumame (1100220051) – Flank/Anchor
  • Deni Weya (1100220014) – Flank
  • Gaspar L. Djara Woli (1100230025) – Flank

Selain meraih gelar juara, pemain HMTS ITNY, Deni Weya, berhasil dinobatkan sebagai Pemain Terbaik (Best Player) berkat kontribusi luar biasa sepanjang turnamen.

Menurut pernyataan tim, partisipasi HMTS ITNY dalam kompetisi ini bertujuan untuk meningkatkan minat dan bakat mahasiswa dalam bidang olahraga. Mereka juga berharap rangkaian kemenangan beruntun yang diraih, termasuk gelar juara sebelumnya pada Civil Classical Fest 2025 (14–15 Juni 2025) yang diselenggarakan oleh UMM dapat menambah perhatian pihak kampus untuk meningkatkan dukungan serta melengkapi fasilitas olahraga yang dibutuhkan mahasiswa.

Keberhasilan ini sekali lagi membuktikan bahwa mahasiswa ITNY, khususnya dari Teknik Sipil, mampu berprestasi secara konsisten, baik di ranah akademik maupun non-akademik, sekaligus membawa nama baik kampus di tingkat regional.

ITNY Tekankan Inklusivitas dan Kearifan Lokal di Era Digital Lewat Kuliah Perdana Mahasiswa Baru 2025

Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY) menggelar kuliah perdana untuk menyambut mahasiswa baru tahun akademik 2025, Kamis (11/9/2025). Dengan mengusung tema “Menjadi Tunas Muda Inklusif Melalui Harmoni Era Digital dan Kearifan Lokal”, acara ini menekankan pentingnya keseimbangan antara teknologi, toleransi, dan budaya lokal dalam membentuk generasi muda yang tangguh dan berdaya saing global.

Rektor ITNY, Dr. Ir. Setyo Pambudi, menegaskan bahwa generasi muda, khususnya Gen Z, harus memahami peran besar mereka sebagai agen perubahan. Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga harus mampu beradaptasi dengan keberagaman sosial dan perkembangan teknologi yang begitu pesat.

“Sebagai calon pemimpin masa depan, mahasiswa ITNY harus belajar merangkul keberagaman, menjunjung inklusivitas, dan menjaga harmoni sosial. Teknologi bisa menjadi alat kebaikan, tetapi kearifan lokal adalah jangkar yang menjaga kita agar tidak kehilangan jati diri,” ujar Pambudi.

Pesan Inklusivitas dari Alumni dan Praktisi

Nuansa inklusivitas juga digaungkan oleh Ir. Demianus Mambraku, ST., MT., alumni Teknik Pertambangan ITNY yang kini berkarier di Freeport Indonesia. Ia menekankan pentingnya toleransi sejak dini.

“Ketika masuk dunia kerja, kita akan bertemu dengan rekan dari beragam latar belakang agama, suku, dan budaya. Karena itu, mahasiswa harus membiasakan diri bersosialisasi, aktif di organisasi, dan belajar memahami perbedaan,” kata Demianus.

Pesan serupa datang dari Ir. Hadi Soerahman, MT., Inspektur Tambang Ahli Madya Kementerian ESDM RI. Ia menambahkan bahwa mahasiswa perlu mempersiapkan kompetensi dengan seimbang: pengetahuan, keterampilan, dan attitude.

“Kompetensi bukan hanya soal ilmu teknis, tetapi juga bagaimana kita bersikap. Dengan itu, mahasiswa ITNY bisa bersaing secara sehat dan profesional,” tegas Hadi.

Generasi Digital yang Tetap Berakar pada Budaya

Dalam kuliah umum ini, ITNY menekankan peran penting teknologi sebagai bagian dari kehidupan modern. Namun, teknologi tidak boleh menjauhkan mahasiswa dari nilai-nilai lokal yang menjadi identitas bangsa.

“Generasi Z harus mampu memanfaatkan teknologi untuk kebaikan, bukan untuk memecah belah. Di sisi lain, kearifan lokal adalah nilai penting yang menjaga kita tetap berkarakter Indonesia,” jelas Rektor ITNY.

Bagi mahasiswa baru, pesan inklusivitas dan kearifan lokal ini menjadi motivasi tambahan untuk memulai perjalanan akademik. Andika, mahasiswa asal Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, mengaku bangga bisa berkuliah di ITNY.

“Banyak alumni ITNY yang sukses di dunia tambang. Saya yakin kuliah di sini bukan hanya soal belajar teknis, tapi juga membentuk karakter untuk siap bekerja di lapangan,” katanya.

Kuliah umum ITNY 2025 ini tidak hanya sekadar penyambutan mahasiswa baru, melainkan sebuah momentum untuk menanamkan nilai dasar: toleransi, inklusivitas, penguasaan teknologi, dan penghargaan terhadap budaya lokal.

Dengan bekal ini, ITNY berharap mahasiswanya mampu menjadi generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga bijak secara sosial dan berakar pada nilai bangsa. 

PTTMB ITNY Jadi Ajang Kreativitas Digital, Gen Z Disiapkan Jadi Agen Perubahan

Melalui kegiatan Pengenalan Pendidikan Tinggi bagi Mahasiswa Baru (PPTMB) 2025, Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY) menghadirkan suasana yang lebih kreatif, digital, dan relevan dengan gaya hidup generasi Z.

Panitia tidak hanya memperkenalkan kampus, tetapi juga memberi ruang bagi mahasiswa baru untuk menunjukkan kreativitas. Salah satunya melalui kompetisi konten media sosial yang mengajak mereka mengenalkan ITNY kepada publik dengan cara kekinian.

“Sekarang era digital. Mahasiswa tidak cukup hanya pintar teori, tapi juga harus mampu memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan hal-hal positif,” kata Ketua Panitia PPTMB, Al Husein Flower ST MT disela-sela kegiatan PPTMB di kampus ITNY, Selasa (9/9/2025).

Mindset Baru di Era Kampus Digital

Dalam sesi motivasi, panitia menghadirkan motivator nasional Ginanjar. Ia mengingatkan mahasiswa bahwa perkuliahan jauh berbeda dari sekolah.

“Di kampus, teman-teman harus mandiri, pintar mengatur waktu, dan cermat memilih lingkungan. Jangan lupa, mahasiswa teknik dituntut lebih banyak praktek di laboratorium dan industri,” tegas Ginanjar.

Menurut Ginanjar, mahasiswa generasi Z memiliki keunggulan adaptasi teknologi yang harus dimanfaatkan untuk pengembangan diri.

“Jangan hanya scroll konten hiburan, tapi gunakan internet untuk belajar, diskusi, dan menambah wawasan,” tambah Ginanjar.

Selain itu, Ginanjar menekankan pentingnya literasi finansial. Banyak mahasiswa baru berasal dari luar Yogyakarta sehingga pengelolaan uang bulanan menjadi krusial.

“Belajarlah mengatur keuangan sejak dini agar tidak terlilit masalah di tengah jalan,” ujarnya.

Salah satu mahasiswa baru, Alex asal NTT, mengaku terkesan dengan konsep PPTMB ITNY yang lebih segar dan penuh aktivitas kreatif.

“Ada lomba konten medsos, game seru, dan kesempatan kenal lebih dekat dengan rektor, dosen, dan teman angkatan. Rasanya beda banget dengan ospek konvensional,” ungkapnya.

Membangun Generasi Emas 2045

PPTMB ITNY 2025 mengusung tema “Menumbuhkan Karakter Inklusif Tunas Muda Melalui Harmoni Digital dan Kearifan Lokal Menuju Kampus Berdampak.” Tema ini menekankan pentingnya keseimbangan antara inovasi digital dengan nilai-nilai budaya lokal.

“Mahasiswa baru diharapkan menjadi agen perubahan. Bukan hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berintegritas, kreatif, dan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat. Itu bagian dari persiapan menuju Indonesia Emas 2045,” jelas Husein.

Sebanyak 697 mahasiswa mengikuti PPTMB tahun ini. Rinciannya, 680 mahasiswa angkatan 2025 dan 17 mahasiswa angkatan 2024. Mereka tersebar di berbagai jurusan, mulai dari Teknik Sipil, Mesin, Elektro, Geologi, Pertambangan, hingga Perencanaan Wilayah dan Kota.

Kegiatan berlangsung dalam dua tahap, yakni pra-PPTMB pada 3–4 September 2025 dan sesi inti pada 8–10 September 2025. Rektor ITNY, Dr. Ir. Setyo Pambudi, bersama jajaran pimpinan kampus turut hadir membuka acara.

Berbeda dengan orientasi mahasiswa konvensional, PPTMB ITNY menghadirkan seminar inspiratif, kuliah umum, pengenalan fakultas, hingga hiburan. Semua dikemas agar mahasiswa tidak hanya mengenal kampus, tetapi juga membangun karakter, keterampilan, dan jejaring sosial sejak awal.

“PPTMB adalah pintu gerbang. Di sinilah pola pikir mahasiswa baru dibentuk: kritis, bertanggung jawab, menjunjung tinggi nilai moral, dan siap berkontribusi lewat Tri Dharma Perguruan Tinggi,” tandas Husein.

Dengan konsep kreatif berbasis digital, ITNY membuktikan bahwa ospek bukan lagi sekadar rutinitas tahunan, melainkan sebuah wadah untuk menyiapkan generasi muda yang siap menghadapi era disrupsi teknologi dan tantangan global.